Sesmenpora Beberkan Siapa Yang Memberikan Perintah Penyetoran Uang Ke Menteri Dari Karyawan Kemenpora

Berita Terbaru – Sekretaris Kementerian Pemuda serta Olahraga ( Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto menjelaskan, pernah ada pegawai di Kemenpora yang terancam ditukar karena tidak kooperatif pada keinginan asisten pribadi bekas Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum. Menurut Gatot, pegawai Kemenpora yang dipandang tidak kooperatif itu namanya Muhammad Angga.

Sesmenpora Beberkan Siapa Yang Memberikan Perintah Penyetoran Uang Ke Menteri Dari Karyawan Kemenpora

Mengenai Angga dipandang tidak kooperatif sebab tidak penuhi keinginan Ulum untuk menyetor uang dengan teratur untuk kebutuhan Imam. “(Itu) saudara Angga, ya kemungkinan dalam kerangka Angga kurang kooperatif dengan Pak Ulum. Keluhan dari saudara Angga, Angga dipandang tidak kooperatif penuhi apa yang disuruh oleh Pak Ulum,” kata Gatot waktu bersaksi untuk Ulum, terdakwa masalah sangkaan suap berkaitan pengurusan proposal dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) serta gratifikasi dari beberapa faksi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Sebab tidak kooperatif, kata Gatot, Angga yang waktu itu jadi Kasubag Masalah Dalam Kemenpora disuruh untuk ditukar oleh pegawai Kemenpora yang lain namanya Atun. “Saya memperoleh info dari Pak Ulum, selanjutnya saya konfirmasi Pak Imam Nahrawi, apa benar bapak menyarankan karena itu Ibu Atun naik jadi Kasubag Saran Dalam’. Sebab saya berikan, ada WhatsApp pada Pak Imam jika yang berkaitan tidak memiliki kompetensi, tapi jawaban dari Pak Menteri, ‘Mohon untuk (Atun) selekasnya di SK-kan’, demikian,” kata Gatot.

Dia juga memverifikasi infonya dalam penyelidikan yang dibacakan jaksa KPK di persidangan. Berdasarkan penjelasan Gatot dalam berita acara kontrol, pada awal 2018, Ulum mengemukakan ke Angga supaya dengan teratur mempersiapkan beberapa uang untuk Imam Nahrawi. Selanjutnya, Angga mengemukakan keinginan Ulum itu ke Gatot. Waktu itu, Gatot sempat tidak percaya jika itu ialah betul-betul keinginan Imam Nahrawi.

Dia juga menjumpai Imam dengan cara langsung untuk memverifikasi keinginan Ulum itu. Pada Gatot, Imam membetulkan jika keinginan Ulum pada Angga itu adalah perintahnya. “Benar, ya?” bertanya jaksa KPK Ronald Worotikan memverifikasi info Gatot. “Iya, benar,” kata Gatot. Dalam masalah ini, Ulum dituduh bersama Imam terima suap sebesar Rp 11,5 miliar dari bekas Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy serta bekas Bendahara KONI, Johnny E Awuy.

Menurut jaksa, suap itu supaya Ulum serta Imam percepat proses kesepakatan serta pencairan pertolongan dana hibah yang diserahkan KONI pada Kemenpora RI tahun pekerjaan 2018. Pertolongan dana hibah itu berkaitan penerapan pekerjaan pengawasan serta pendampingan program penambahan prestasi pada Multi Moment Asian Games 2018 serta Asian Beberapa Games 2018.

Disamping itu, Imam serta Ulum disangka terima uang berkaitan proposal suport KONI dalam rencana pengawasan serta pendampingan seleksi calon olahragawan serta pelatih olahragawan berprestasi tahun 2018. Miftahul Ulum bersama dengan Imam disangka terima gratifikasi dengan keseluruhan seputar Rp 8,648 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *