Mantan Sketertaris Makhamah Agung Dan Menantunnya Resmi Menjadi Buronan KPK

Berita Terbaru – Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi pada akhirnya sah jadi buronan KPK sesudah masuk dalam Daftar Penelusuran Orang bersama dengan menantunya, Rezky Herbiyono, serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. Nurhadi bersama dengan Rezky serta Hiendra adalah terduga masalah sangkaan suap serta gratifikasi berkaitan perlakuan masalah di Mahkamah Agung tahun 2015-2016. “KPK sudah menerbitkan Daftar Penelusuran Orang, DPO, pada beberapa tiga terduga ini yakni Pak Nurhadi selanjutnya Rezky Herbiyono serta Hiendra Soenjoto,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis tempo hari.

Mantan Sketertaris Makhamah Agung Dan Menantunnya Resmi Menjadi Buronan KPK

Ali menjelaskan, KPK sudah bersurat ke Bareskrim Polri untuk minta pertolongan dalam cari serta tangkap Nurhadi cs. Nurhadi cs masuk dalam DPO sesudah 2x mangkir waktu dipanggil jadi terduga serta 3x mangkir waktu dipanggil jadi saksi dalam masalah ini. Waktu diberi pertanyaan apa KPK tidak tahu kehadiran Nurhadi cs sampai harus menerbitkan DPO, Ali tidak menjawab dengan lugas. “Tentang urutan, tentu saja KPK terus menelusurinya ya. Mengenai tempatnya ada dimana dan sebagainya kami pasti tidak dapat memberi tahu tempatnya pada warga,” kata Ali.

Nurhadi cs juga awalnya sudah dihindari pergi ke luar negeri sepanjang enam bulan ke depan terhitung semenjak 12 Desember 2019 kemarin. Waktu dihubungi Kamis malam tempo hari, Kepala Subbagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Ahmad Nursaleh akui belum dapat pastikan kehadiran Nurhadi sekarang. KPK juga menginginkan pertolongan warga yang tahu kehadiran Nurhadi bisa melapor ke KPK dengan mengontak call center 198.

Meminta saksi kooperatif
Selain itu, Ali minta beberapa pihak yang dipanggil jadi saksi dalam penyelidikan masalah ini untuk berlaku kooperatif dengan penuhi panggilan penyidik untuk dicheck.

Ini dikatakan Ali mengejar mangkirnya anak Nurhadi, Rizqi Aulia Rahmi, yang dipanggil penyidik pada Kamis tempo hari. Tidak hanya Rizqi, istri Nurhadi, Tin Zuraida, serta istri Hiendra, Lusi Indriati mangkir ketima dipanggil penyidik pada Selasa (11/2/2020) kemarin. Ali memperingatkan jika KPK tidak enggan kenakan klausal “obstruction of justice” kepada pihak yang menghalang-halangi proses penyelidikan masalah ini. “KPK akan melakukan tindakan tegas juga dalam mengatasi masalah ini khususnya pada beberapa pihak yang tidak kooperatif atau selanjutnya ada beberapa pihak yang berusaha untuk menghambat dalam perlakuan masalah ini,” kata Ali.

Ali menjelaskan, penyidik akan menjadwal lagi kontrol pada Rizqi, Tin, serta Lusi. “Langkah selanjutnya pasti kami akan mempertimbangakan, satu kali lagi kami menyarankan pada siapa saja yang kami panggil jadi saksi untuk masalah ini tentu saja untuk kooperatif,” kata Ali. Dalam masalah ini, KPK sudah memutuskan tiga orang terduga yaitu bekas Sekretaris MA Nurhadi; menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono; serta Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto.

Nurhadi lewat Rezky disangka sudah terima suap serta gratifikasi dengan nilai sampai Rp 46 miliar. Menurut KPK, ada tiga masalah sebagai sumber suap serta gratifikasi yang diterima Nurhadi yaitu masalah perdata PT MIT versus PT Lokasi Berikat Nusantara, perselisihan saham di PT MIT, serta gratifikasi berkaitan dengan beberapa masalah di pengadilan. Dalam masalah PT MIT versus PT KBN, Rezky sebagai menantu Nurhadi disangka terima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengatur masalah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *