Perihal PAW Harun Masiku Ini Kata Johan Budi

Berita Terbaru – Politisi PDI-P Johan Budi menyanggah info komisioner KPU Wahyu Setiawan yang menjelaskan pernah berkomunikasi dengan Ketua KPU Arief Budiman berkaitan permintaan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku.

Perihal PAW Harun Masiku Ini Kata Johan Budi

Dia memperjelas benar-benar tidak diikutsertakan dalam gagasan PAW Harun Masiku di DPR. “Saya belum pernah mengulas dengan Pak Arief Ketua KPU masalah itu. Serta tidak paham masalah proses itu,” kata Johan waktu dihubungi wartawan, Kamis (16/1/2020). Johan mengatakan dianya tidak ada pada susunan kepengurusan PDI-P.

Oleh karenanya, menurut Johan, tidak ada kebutuhan buat dianya untuk mengulas hal itu dengan Arief. “Saya bukan pengurus partai. Kemungkinan butuh di konfirmasi ke Pak Arief juga. Apa benar ia pernah mengulas masalah itu dengan saya,” katanya. “Terus jika pernah mengulas kapan? Untuk apa?” lanjut Johan. Johan serta baru tahu masalah gagasan PDI-P untuk lakukan PAW Riezky Aprilia dengan Harun itu dari media.

Anggota Komisi II DPR itu memperjelas tidak memiliki kemampuan untuk diikutsertakan dalam proses PAW Harun. “Saya ketahui ada proses PAW di PDI Perjuangan ya sesudah ramai kabar berita itu masalah penangkapan serta berita yang tampil di media.

Saya pun tidak memiliki kemampuan untuk diikutsertakan masalah PAW sebab bukan pengurus partai,” tegas Johan. Awalnya, komisioner KPU Wahyu Setiawan akui tidak mengenal dengan Politikus PDI Perjuangan, Harun Masiku. M oleh KPK Wahyu disangkakan terima suap dari Harun, Wahyu menjelaskan tidak pernah berjumpa atau berkomunikasi dengan Harun.

Walau demikian, Wahyu mengaku jika dianya pernah dihubungi oleh Agustiani Tio Fridellina yang bertanya penentuan anggota DPR lewat proses perubahan antar waktu (PAW) untuk Harun Masiku. Agustiani adalah bekas anggota Tubuh Pengawas Pemilu yang politisi PDI-P, serta terakhir diputuskan jadi terduga untuk masalah yang sama juga dengan Wahyu.

Sebab mencium terdapatnya kekuatan “permakelaran”, Wahyu menjelaskan waktu itu dianya mengkomunikasikan tentang PAW ini dengan Ketua KPU Arief Budiman serta Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik.

“Saya pernah mengemukakan di chatting saya, saya minta beberapa surat penampikan pada PDIP selekasnya dikeluarkan sebab ada kondisi permakelaran,” tutur Wahyu dalam sidang sangkaan pelanggaran kaidah yang diadakan Dewan Kehormatan Pelaksana Pemilu (DKPP) di Gedung Merah Putih KPK, Rabu (15/1/2020).

“Sebab tingkahnya tidak enak, saya katakan ke ketua, ketua jika ketua dapat berkomunikasi dengan Harun tolong dikatakan jika keinginan PDI-P lewat surat tidak dapat dikerjakan, kasihan Harun,” katanya.

Wahyu selanjutnya menyebutkan jika Arief Budiman sempat menerangkan sikap penampikan KPU ini ke beberapa faksi, terhitung anggota Komisi II DPR Fraksi PDI-P Johan Budi. Tetapi, Wahyu tidak mengatakan selanjutnya respon dari Johan Budi.

“Ketua bercerita pada kami, sudah berusaha menerangkan pada beberapa faksi pada sikap penampikan kami. Terhitung barusan bercerita pada Pak Johan Budi anggota komisi II yang kebetulan bekerja sama ketua,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *