Indeks Kebebasan Internet Alami Penurunan Di Indonesia Dikarnakan Buzzer

Berita Terbaru – Buzzer dan disinformasi membuat indeks kebebasan internet Indonesia turun. Ini disibak Freedom House melalui laporannya yang dikeluarkan pada Selasa (5/11/2019). Freedom House mengatakan indeks kebebasan internet di Indonesia turun. Dari score 54/100 di tahun 2018, jadi 51/100 di tahun 2019.

Indeks Kebebasan Internet Alami Penurunan Di Indonesia Dikarnakan Buzzer

Score itu terbagi dalam tiga item penilaian yakni kendala akses (obstacles to acces), terbatasnya content (limits on konten), serta pelanggaran hak pemakai (violations of user rights). Untuk kendala akses, Indonesia mendapatkan score 14/25. Sedang terbatasnya content serta pelanggaran hak pemakai semasing mendapatkan score 19/35 serta 18/40.

Alasan Penurunan

Ada banyak hal yang mengakibatkan indeks kebabasan internet di Indonesia alami penurunan.

Pertama, sesudah pilpres serta legislatif pada bulan April 2019 lalu, pemerintah batasi sosial media serta basis komunikasi sepanjang dua hari jadi usaha untuk batasi penebaran disinformasi.

Ke dua, sekitar 961.456 situs sudah dikunci pemerintah. Situs itu dipandang seperti content negatif. Dalam soal ini, content negatif didefinisikan jadi materi yang meliputi pencemaran nama baik, amoralitas, pornografi, info palsu, ajaran kedengkian, terorisme, serta penipuan.

Ke-tiga, jumlahnya disinformasi serta kecurangan content mendekati penentuan di bulan April. Beberapa calon disebutkan sudah menyewa pakar taktik kampanye online yang memobilisasi buzzer serta account bot untuk menebarkan propaganda politik.

Ke empat, terdapatnya persekusi atau kriminalisasi atas kegiatan online paling tidak dalam dua masalah, yakni masalah kritik atas perusahaan tekstil serta penyeruan kemerdekaan Papua. Ke lima, Kementerian Komunikasi serta Informatika membuat “war room” pada Oktober 2018 dengan memberikan tugas 70 staf untuk memantau sosial media dengan real time. Kominfo meneror akan tuntut siapa juga yang melanggar hukum.

Paling akhir, wafatnya jurnalis Perkembangan Rakyat Muhammad Yusuf sebab meliput perselisihan tanah di antara petani serta perusahaan kelapa sawit.

Negara Lain

Tidak hanya Indonesia, ada 33 negara lain yang alami penurunan indeks kebebasan internet semenjak Juni 2018 kemarin. Dalam laporan itu, Islandia jadi negara yang mendapatkan score tertingg, yakni 95/100. Diikuti oleh Estonia dengan score 94/100 serta Kanada yang mendapatkan score 87/100. Sesaat, negara dengan indeks terjelek ialah China dengan nilai 10/100, diikuti oleh Iran 15/100, serta Suria 17/100.

Freedom House sendiri sesuatu organisasi pengawas berdiri sendiri yang diperuntukkan untuk pelebaran kebebasan serta demokrasi di penjuru dunia. Studi itu menyertakan 65 negara di penjuru dunia yang meliputi 87 % pemakai internet dunia.

Analisa yang dinamakan Freedom on the Net itu mencari penambahan serta penurunan keadaan kebebasan internet di beberapa negara tiap tahunnya. Beberapa negara yang terhitung dalam riset itu diambil untuk sebagai wakil bermacam daerah geografis serta type rezim.

Lebih dari 70 analis berperan pada tahun ini dengan memakai metodologi riset 21 pertanyaan yang mengulas koneksi internet kebebasan berekspresi, serta permasalahan privacy. Tidak hanya menjelaskan rangking negara berdasar score kebebasan internet, project ini tawarkan kesempatan untuk mengidentifikasi trend global berkaitan efek tehnologi info serta komunikasi pada demokrasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *