Ini Alasan Kenapa Pemaham Serta Bahaya Stanting Harus Diketahui Para Remaja

Berita Terbaru – Indonesia masih hadapi dengan beberapa persoalan kesehatan, terhitung tingginya angka kematian ibu serta anak. Diluar itu, Indonesia tertera jadi negara dengan angka pernikahan awal paling tinggi ke-2 di ASEAN.

Ini Alasan Kenapa Pemaham Serta Bahaya Stanting Harus Diketahui Para Remaja

Ketidaksiapnya dengan fisik serta mental pada ibu yang hamil pada umur muda, menyebabkan beberapa rintangan sepanjang proses kehamilan sampai melahirkan. Dalam periode panjang, kurangnya pengetahuan ibu mengenai utamanya persiapan gizi pada saat 1000 Hari Pertama Kehidupan tingkatkan risiko anak alami masalah perkembangan sampai stunting.

Oleh karenanya, edukasi serta persiapan berkaitan gizi semenjak awal ialah hal penting untuk dikerjakan, terhitung pada remaja. Menurut WHO, umur remaja diawali dari umur 10 sampai 19 tahun.

Pada saat growth spurt remaja alami pergantian fisik, peranan reproduksi, psikis serta sosial. Sayangnya, dalam waktu pergantian itu, remaja banyak yang alami kekurangan gizi. Data Studi Diet Keseluruhan (2014), contohnya, tunjukkan remaja di Indonesia umur 13-18 tahun alami defisiensi protein serta daya.

Oleh karenanya, dalam info wartawan yang diterima wartawan, Rabu (23/10/2019), menurut Dekan FEMA IPB Ujang Sumarwan, edukasi remaja ialah satu terobosan sebab peningkatkan pengetahuan gizi sebelum mengawali keluarga akan berperan pada kesadaran akan kesehatan ibu serta anak di waktu penting dalam kehidupannya, terhitung memutuskan rantai masalah stunting.

Dalam rencana program itu, FEMA IPB bekerjasama dengan Sarihusada, yang disebut sisi dari Danone Specialized Nutrition untuk meningkatkan modul kursus hindari stunting untuk umur remaja.

Ketua team pakar peningkatan modul, Prof Sri Anna Marliyati mengutarakan, 53 % remaja alami defisiensi daya berat, serta 48 % defisiensi protein berat.

“Efek semakin besar berlangsung pada remaja putri, beberapa calon ibu, dimana defisiensi gizi akan berefek pada kesehatan ibu serta buah hati selama saat kehamilan serta melahirkan seperti anak lahir dengan berat tubuh lahir rendah,” tuturnya. Program peningkatan modul edukasi gizi remaja ini, mempunyai tujuan untuk tingkatkan pandangan remaja mengenai gizi imbang serta skema mengonsumsi makanan yang pas.

Modul yang ditingkatkan akan mencakup mengenai perubahan fisik, biologis, psikis serta sosial dan mengenai kecukupan gizi serta aplikasinya. Kursus akan dikerjakan dengan pendekatan peer to peer, serta ditingkatkan dengan aliran komunikasi sosial yang aktif serta interaktif.

Selain itu, Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone mengutarakan, faksinya berupaya lakukan beberapa usaha edukasi mengenai utamanya pemenuhan gizi di saat-saat penting kehidupan, terhitung dalam waktu seribu hari pertama jadi investasi penting kesehatan ibu serta anak di waktu depan.

“Kami mengharap, dengan mengedukasi utamanya gizi imbang mulai umur remaja, kita bisa menyiapkan calon orang-tua dengan pengetahuan mengenai gizi yang lebih baik, supaya mereka bisa tingkatkan kualitas kesehatan diri serta keluarga mereka nantinya di waktu depan,” tutur Karyanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *