Apakah Anda Termasuk Workholic Susah Liburan, Coba Cara Ini

Berita Terbaru – Kamu ingin berlibur tetapi tetap teringat tempat kerja? Sekalinya berlibur kamu tidak pernah rasakan makna liburan yang sebetulnya. Contohnya, rindu situasi kantor, rindu relasi kerja, bahkan juga kamu tetap ingin pastikan apa kondisi di kantor baik-baik saja. Psikolog Veronica adesla dari Personal Growth menjelaskan. Mungkin saja kamu terhitung type workaholic atau penggila kerja.

Apakah Anda Termasuk Workholic Susah Liburan, Coba Cara Ini

“Memang ia begitu workaholic-nya, hingga ia harus ngatur kalaulah ingin pergi (berlibur), dia harus pastikan semua pekerjaan yang ditingalkan (ke bawahan) harus ditangani sesuai standarnya,” tuturnya pada wartawan, Rabu (28/7/2019). Tetapi jangan cemas, ini bukanlah bermakna kamu tak akan dapat berlibur selama-lamanya. Tersebut panduan agar tidak teringat pekerjaan waktu berlibur.

Yang pertama adalah Rencana. Coba buat rencana liburanmu dari jauh hari, minimum 2-3 bulan awalnya. Ini supaya semua pekerjaan yang kamu meninggalkan di kantor dapat berjalan secara baik. “Awalnya dimanage dahulu. Jika kamu bos atau owner, dapat briefing dahulu dengan karyawan lain untuk pembagian pekerjaan kerja.” Kata Veronica.

Yang kedua adalah Santai the event. Waktu berlibur kamu harus santai the event atau nikmati situasinya. Agar tidak terus teringat kerjaan di kantor, kamu dapat mendalami beberapa hal baru serta memastikan apa yang dapat kamu kerjakan dari sana. Contohnya, jika pergi ke laut. Kamu dapat coba snorkeling atau diving. “Belajar untuk santai the event, mendalami apa yang dapat kamu lakuan dari sana,” tuturnya.

Yang ketiga adalah Jangan diam diri di dalam rumah. Berlibur tidak harus pergi ke beberapa tempat, lho! kamu dapat juga habiskan waktu berlibur di dalam rumah. Tetapi, cuma diam diri sepanjang hari jemu, justru akan membuat kamu teringat masalah kantor . “Do something new, dapatkan hoby baru serta kerjakan beberapa hal yang tidak dapat kamu kerjakan di jam kerja,” kata Veronica. Kamu bisa santai serta malas-malasan tetapi jika terus menerus, sayang. Waktu liburanmu jadi tidak maksimal untuk penyegaran. “Kalaulah berlibur, sedapat mungkin bangunnya sama seperti kegiatan rutin seharian. Agar kelak saat masuk kerja bawannya tidak malas,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *