Aksi Solidaritas Save KAsmir ini Langsung Di Pimpin Oleh Perdana Menteri Pakistan

Berita Terbaru – Perdana Menteri Pakistan Imran Khan turut turun ke jalan serta pimpin tindakan solidaritas untuk Kashmir di Islamabad. Ia mengatakan semestinya penjuru dunia turut memberi suport pada Kashmir. “Penjuru dunia semestinya berdiri bersama dengan Kashmir,” kata Imran Khan, seperti dikutip Aljazeera, Jumat (30/8/2019). “Tetapi ini hari saya harus menjelaskan, dengan susah, jika saat ada ketidakadilan pada muslim, karena itu komunitas internasional serta lembaga-lembaga seperti PBB yang akan memberi keadilan, masih diam,” paparnya.

Aksi Solidaritas Save KAsmir ini Langsung Di Pimpin Oleh Perdana Menteri Pakistan

Khan mengemukakan masukan pada Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di India. Di depan massa, Khan kembali memperingatkan India situasi bisa secara cepat bertambah bila India ambil aksi militer di daerah Kashmir.

Ia pastikan tentara Pakistan siap hadapi kondisi itu. “Tentara kami siap jika ada (serangan) apa pun pada Azad Kashmir (nama yang dipakai Pakistan untuk daerah dibawah pemerintahannya), karena itu kami siap buat mereka. Tapi dunia harus tahu jika saat dua negara dengan senjata nuklir sama-sama bertemu semacam ini, itu bukan sekedar akan membahayakan lokasi, itu akan membahayakan dunia,” katanya. Semua daerah Kashmir diperebutkan oleh dua negara bertetangga, India serta Pakistan. Mereka saling mengaku Kashmir punya mereka dengan utuh, tapi cuma kuasai sebagiannya.

India serta Pakistan sudah terjebak dalam dua perang dan terjebak dalam perselisihan hanya terbatas berkaitan perselisihan daerah itu. Awalnya pemerintah India sudah menganulir masalah dalam konstitusi yang jamin otonomi spesial di daerah Kashmir yang dikuasai negara itu serta masalah itu meluluskan wilayah spesial mempunyai undang-undang sendiri. Pengumuman pada Senin (05/08) dipandang seperti langkah yang belum pernah berlangsung awalnya serta direncanakan akan memunculkan kericuhan.

Status spesial Kashmir, yang tercakup di Negara bagian Jammu serta Kashmir, tertera dalam Masalah 370 serta sampai kini dipandang sensitif sebab memberi otonomi luas pada negara bagian yang sebagian besar penduduknya Muslim. Berdasar masalah itu, Jammu serta Kashmir memiliki hak mempunyai konstitusi sendiri, bendera sendiri serta mempunyai kebebasan mengatasi semua masalah pemerintahan, terkecuali bagian jalinan luar negeri, pertahanan serta komunikasi. Semua kelonggaran itu sekarang dicabut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *