Terus Telan Hasil buruk Ini Kata Bupati Ciamis

Berita Terbaru – Selalu menerima hasil yang kurang memuaskan yang dihadapi PSGC Ciamis di panggung Liga 2 2019 mengundang reaksi dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Bagaimana tidak, Laskar Galuh tidak pernah rasakan enaknya kemenangan dari lima kali bertanding. Joko Sasongko dkk. sekarang jadi juru kunci Group Barat karena belum mengumpulkan satu point juga. “Saya betul-betul gemas dengan prestasi PSGC musim ini. Dalam riwayat club ini, baru tahun ini catatan kami benar-benar jelek. Saya benar-benar prihatin dengan team ini. Keadaan ini memaksakan saya harus turun gunung,” papar Herdiat Sunarya.

Terus Telan Hasil buruk Ini Kata Bupati Ciamis

Maklum, Herdiat Sunarya yang hidupkan PSGC Ciamis mulai Divisi 2 pada 2010 sampai sekarang beraksi di Liga 2 2019. Pada 2014, PSGC bahkan juga hampir promo ke ISL. Langkah team yang waktu itu dibalut Heri Rafni Kotari, dijegal Borneo FC pada semi final di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo. “Saya tidak mungkiri. Kemenangan saya pada Pemilihan kepala daerah Bupati Ciamis 2018, sebab suport pencinta PSGC. Jadi, saya punyai tanggung jawab kepribadian untuk berikan motivasi team ini,” tuturnya. Dalam ketentuan Kemendagri, jadi bupati, Herdiat Sunarya memang dilarang memegang atau terjebak di sepak bola profesional.

“Saya yang hidupkan serta membiayai PSGC mulai Divisi 2. Jadi, jiwa saya berada di PSGC. Saat ini saya berikan motivasi team di luar ring,” katanya. Dari lima kali berlaga, tragisnya 2x kalah di kandang. PSGC Ciamis dibuat malu Persita 0-1 serta Persiraja 2-3.”Team ini bagus. Yang membuat saya gemas, pada tiga laga menantang Sriwijaya FC, Babel United, serta Persiraja, kami bikin gol duluan. Tetapi, score pada akhirnya tetap kalah,” katanya.

Walau sebenarnya, lanjut Herdiat Sunarya, manajemen sudah memberi semua sarana secara baik, terhitung upah lancar serta iming-iming bonus. “Sampai saya sediakan uang pribadi untuk bonus pemain. Tetapi, sampai saat ini masih utuh, sebab pemain tidak pernah menang. Saya bingung, apa yang salah dengan team PSGC,” kata bekas CEO PSGC ini. Di lain sisi, PSGC memang terlambat membuat team. Walau demikian, manajemen dapat datangkan bekas asisten Persib Herrie ‘Jose’ Setiawan jadi pelatih. Terhitung Zulvin Zamrun, saudara kembar Zulham Zamrun (PSM Makassar), dan bek naturalisasi memiliki pengalaman Bio Paulin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *