Skema Permain Versi Lampard Di Chelsea Memang Berbeda Dari Pelatih Terdahulu

Berita Terbaru – Beberapa fans Chelsea pada akhirnya dapat lihat versus awal team mereka dibawah bimbingan legenda club, Frank Lampard. Chelsea bermain 1-1 kontra team asal Irlandia, Bohemians, pada Rabu (10/7/2019) malam. Walau ada banyak pemainnya yang mangkir sebab berlibur musim panas mengejar keterkaitan di Copa America 2019, Piala Emas, atau masih menjaga luka, Frank Lampard telah tunjukkan preferensi susunannya. Pelatih Inggris pertama Chelsea dalam 23 tahun itu tinggalkan susunan 4-3-3 favorite pendahulunya, Maurizio Sarri.

Skema Permain Versi Lampard Di Chelsea Memang Berbeda Dari Pelatih Terdahulu

Jadi alternatifnya, Frank Lampard turunkan Chelsea dalam pola 4-2-3-1 pada set pertama serta 4-1-4-1 sebagai dua susunan andalannya bersama dengan Derby County di Divisi Championship musim kemarin. Frank Lampard menggunakan 22 pemain pada pertandingan itu, 11 starter laga serta 11 pemain yang mengawali set ke-2. Dari semua personil yang merumput, cuma Pedro, Willy Caballero, Davide Zappacosta, serta Cesar Azpilicueta yang terjebak dengan team penting Chelsea musim kemarin. Frank Lampard turunkan beberapa pemain yang kembali dari waktu peminjaman seperti Trevor Chalobah, Kurt Zouma, Michy Batshuayi, serta Tiemoue Bakayoko.

Tingkatkan kebugaran pemain ialah tujuan Frank Lampard di pertandingan ini. “Kami menantang Bohemian yang telah 1/2 jalan di persaingan domestik mereka. Kami menggerakkan diri kita ke batas-batas,” tutur Frank Lampard pada Sky Sports. “Pertandingan ini ialah untuk tingkatkan kesehatan beberapa individu. Beberapa anak muda bermain bagus. Kami ingin mereka sampai level fitnes serta intensif permainan yang baik.” Point menarik ke-2 sesudah penentuan susunan barusan ialah tempat Cesar Azpilicueta. Cesar Azpilicueta jalankan peranan jadi bek kanan bersama dengan Maurizio Sarri selama 2018-2019 tapi pemain dari Spanyol ini berperan di tempat bek tengah dalam susunan 3-5-2 racikan Antonio Conte. Bek asal Italia, Davide Zapacosta, serta pemain muda Dujon Sterling yang jalankan peranan jadi bek kanan kontra Bohemian. Di posisi depan, seperti pelatih-pelatih Chelsea awalnya, Frank Lampard mainkan susunan satu penyerang. Ialah striker asal Belgia, Michy Batshuayi yang cetak gol Chelsea pada pertandingan ini. Dia manfaatkan umpan Kenedy yang musim kemarin dipinjamkan ke Newcastle United.

Batshuayi akan merebutkan tempat di starting line up Chelsea musim depan bersama dengan Olivier Giroud, sebagai top skor dalam perjalanan Chelsea memenangkan Liga Europa. Satu pemain yang akan berkompetisi untuk jadi penyerang penting Chelsea musim depan ialah Tammy Abraham. Penyerang berumur 21 tahun itu cetak 25 gol waktu menolong Aston Villa promo dari Divisi Championship musim kemarin. Dia ialah striker tajam di kelas ke-2 Liga Inggris. Tammy Abraham subur saat dipinjamkan ke Bristol City, dengan cetak 23 gol dari 41 pertandingan. Dengan keseluruhan, Tammy Abraham mencatatkan rekor impresif 48 gol dari cuma 78 pertandingan di Divisi Championship.

Di bidang pertahanan, Kurt Zouma turun jadi bek tengah pada set ke-2. Tetapi, ada peluang bek tengah asal Perancis ini untuk tinggalkan club untuk masuk kembali dengan Everton, club dimana dia dipinjamkan msuim kemarin. Sesaat, Ethan Ampadu memperoleh pujian dengan penampilannya jadi satu dari dua double pivot di muka pertahanan. Pertandingan ini menunjukkan keluwesan Ethan Ampadu, yang bisa bermain jadi gelandang bertahan serta sebagai bek tengah seperti yang dia perlihatkan di Exeter City. Bermain bersama dengan Ampadu jadi gelandang bertahan ialah Danny Drinkwater. Bekas pemain Leicester ini mendapatkan peluang seperti yang dijanjikan oleh Frank Lampard.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *